03/04/11

PETIR


Petir atau halilintar adalah gejala alam yang biasanya muncul pada musim hujan di mana di langit muncul kilatan cahaya sesaat yang menyilaukan biasanya disebut kilat yang beberapa saat kemudian disusul dengan suara menggelegar sering disebut Guruh. Petir merupakan gejala alam yang bisa kita anggap dengan sebuah kapasitor raksasa, dimana lempeng pertama adalah awan (bisa lempeng negatif atau lempeng positif) dan lempeng kedua adalah bumi (dianggap netral). Seperti yang sudah diketahui kapasitor adalah sebuah komponen pasif pada rangkaian listrik yang bisa menyimpan energi sesaat (energy storage). Petir juga dapat terjadi dari awan ke awan (intercloud), dimana salah satu awan bermuatan negatif dan awan lainnya bermuatan positif.
Petir terjadi karena ada perbedaan potensial antara awan dan bumi atau dengan awan lainnya. Proses terjadinya muatan pada awan karena dia bergerak terus menerus secara teratur, dan selama pergerakannya dia akan berinteraksi dengan awan lainnya sehingga muatan negatif akan berkumpul pada salah satu sisi (atas atau bawah), sedangkan muatan positif berkumpul pada sisi sebaliknya. Jika perbedaan potensial antara awan dan bumi cukup besar, maka akan terjadi pembuangan muatan negatif (elektron) dari awan ke bumi atau sebaliknya untuk mencapai kesetimbangan. Pada proses pembuangan muatan ini, media yang dilalui elektron adalah udara. Pada saat elektron mampu menembus ambang batas isolasi udara inilah terjadi ledakan suara. Petir lebih sering terjadi pada musim hujan, karena pada keadaan tersebut udara mengandung kadar air yang lebih tinggi sehingga daya isolasinya turun dan arus lebih mudah mengalir. Karena ada awan bermuatan negatif dan awan bermuatan positif, maka petir juga bisa terjadi antar awan yang berbeda muatan.

http://id.wikipedia.org/wiki/Petir

TSUNAMI


Akhir-akhir ini kita mendengar kabar tentang Jepang yang dilanda bencana tsunami berskala 8,9 setinggi 3 meter. Tsunami sering terjadi Jepang. Sejarah Jepang mencatat setidaknya 196 tsunami telah terjadi. Sebenarnya apa itu tsunami dan bagaimana tsunami dapat terjadi ?
Tsunami adalah perpindahan badan air yang disebabkan oleh perubahan permukaan laut secara vertikal dengan tiba-tiba. Perubahan permukaan laut tersebut bisa disebabkan oleh gempa bumi yang berpusat di bawah laut, letusan gunung berapi bawah laut, longsor bawah laut, atau atau hantaman meteor di laut.  Terkadang tsunami disamakan dengan gelombang pasang. Padahal sebenarnya berbeda antara gelombang pasang dan tsunami. Tsunami dan gelombang pasang memang sama-sama menghasilkan gelombang air yang bergerak ke daratan, namun dalam kejadian tsunami, gerakan gelombang jauh lebih besar dan lebih lama, sehingga memberikan kesan seperti gelombang pasang yang sangat tinggi. Tsunami dapat terjadi jika terjadi gangguan yang menyebabkan perpindahan sejumlah besar air, seperti letusan gunung api, gempa bumi, longsor maupun meteor yang jatuh ke bumi. Namun, 90% tsunami adalah akibat gempa bumi bawah laut. Gerakan vertikal pada kerak bumi, dapat mengakibatkan dasar laut naik atau turun secara tiba-tiba, yang mengakibatkan gangguan keseimbangan air yang berada di atasnya. Hal ini mengakibatkan terjadinya aliran energi air laut, yang ketika sampai di pantai menjadi gelombang besar yang mengakibatkan terjadinya tsunami. Gerakan vertikal ini dapat terjadi pada patahan bumi atau sesar. Gempa bumi juga banyak terjadi di daerah subduksi, dimana lempeng samudera menelusup ke bawah lempeng benua. Tanah longsor yang terjadi di dasar laut serta runtuhan gunung api juga dapat mengakibatkan gangguan air laut yang dapat menghasilkan tsunami. Gempa yang menyebabkan gerakan tegak lurus lapisan bumi. Akibatnya, dasar laut naik-turun secara tiba-tiba sehingga keseimbangan air laut yang berada di atasnya terganggu. Demikian pula halnya dengan benda kosmis atau meteor yang jatuh dari atas. Jika ukuran meteor atau longsor ini cukup besar, dapat terjadi megatsunami yang tingginya mencapai ratusan meter.

http://id.wikipedia.org/wiki/Tsunami

13/03/11

PEMANASAN GLOBAL

Seperti yang telah kita ketahui , bumi kita makin panas karena perubahan cuaca yang tidak menentu. Ini semua diakibatkan oleh adanya peningkatanatau pemanasan global. Ini disebabkan oleh adanya efek rumah kaca. Efek rumah kaca disebabkan karena naiknya konsentrasi gas karbon dioksida (CO2) dan gas-gas lainnya di atmosfer. Kenaikan konsentrasi gas CO2 ini disebabkan oleh kenaikan pembakaran bahan bakar minyak, batu bara dan bahan bakar organik lainnya yang melampaui kemampuan tumbuhan-tumbuhan dan laut untuk menyerapnya.
Secara alamiah sinar matahari yang masuk ke bumi, sebagian akan dipantulkan kembali oleh permukaan bumi ke angkasa. Sebagian sinar matahari yang dipantulkan itu akan diserap oleh gas-gas di atmosfer yang menyelimuti bumi –disebut gas rumah kaca, sehingga sinar tersebut terperangkap dalam bumi. Peristiwa ini dikenal dengan efek rumah kaca (ERK) karena peristiwanya sama dengan rumah kaca, dimana panas yang masuk akan terperangkap di dalamnya, tidak dapat menembus ke luar kaca, sehingga dapat menghangatkan seisi rumah kaca tersebut.
Akibatnya suhu di permukaan bumi meningkat dan akhirnya mengakibatkan adanya perubahan iklim yang sangat ekstrim di bumi. Hal ini dapat mengakibatkan terganggunya hutan dan ekosistem lainnya, sehingga mengurangi kemampuannya untuk menyerap karbon dioksida di atmosfer. Pemanasan global mengakibatkan mencairnya gunung-gunung es di daerah kutub yang dapat menimbulkan naiknya permukaan air laut. Efek rumah kaca juga akan mengakibatkan meningkatnya suhu air laut sehingga air laut mengembang dan terjadi kenaikan permukaan laut yang mengakibatkan negara kepulauan akan mendapatkan pengaruh yang sangat besar.

18/12/10

KASIH

Kasih..
menurut saya, kasih adalah suatu kata yang mewakili dari ungkapan perasaan seseorang.
kasih itu sendiri tak lepas dari pengaruh rasa (sayang) yang dimana perasaan kasih ikut mendominasi perasaan sayang untuk selalu menunjukan kepada siapa, dan karena apa kita mengasihi seseorang..
Mungkin, kata kasih itu sendiri tidak hanya berhubungan dengan kata atau ungkapan sayang saja, tapi lebih  kepada sikap ingin berbagi saat kita mengasihi seseorang yang kita ingin kasihi.
Karena, berbagi adalah suatu perilaku yang awalnya didominasi oleh faktor-faktor "kasih" itu sendiri. Tak jarang seseorang yang mengasihi orang yang dia anggap 'pantas' untuk dikasihi dengan cara berbagi apa yg ia rasa baik suka maupun duka, dan peduli terhadap orang yang di kasihinya. Karena kasih adalah satu kata yang mewakili sekian banyak makna yang saling berhubungan akan perasaan mendalam seseorang.
Misalnya saja kasih  orang tua terhadap anaknya. Terdapat pepatah 'kasih ibu sepanjang hayat ,sedangkan kasih anak sepanjang galah' . Jelas terlihat bahwa rasa kasih pun di didukung oleh faktor hati seseorang.Dimana seorang ibu yang ingin selalu melindungi anaknya dan memberikan sekian banyak sayang yang diungkapkan dalam bentuk perilaku-perilaku seperti memenuhi apa saja yang diperlukan sang anak.
Jadi, intinya adalah, "jika kasih itu adalah sifat naluriah yang semua orang dapat merasakan, maka kemungkinan semua orang akan menunjukkannya dengan rasa 'peduli dan sikap berbagi'.